
Ramalan semakin marak. Semakin canggih teknologi dan informasi,
tidak dapat mengikis kepercayaan manusia modern terhadap model klenik.
Ramalan dianggap dapat mengisi kekosongan jiwa “manusia modern” dari
kemiskinan spiritualitas.
Ramalan tidak lagi identik dengan
asap kemenyan pedupaan, spekulasi kartu tarot, bola kristal, pendulum,
shio, garis tangan, zodiac, atau benda yang dianggap bertuah magis
lainnya, tetapi menyusup halus melalui majalah, tabloid, TV dan
internet.
Muslim harus mampu bersikap sesuai dengan syariat terhadap ramalan yang telah memasuki berbagai aspek kehidupan.
Jenis Ramalan
Ramalan ilmiah diperoleh dari data kualitatif, kuantitatif, kegiatan
analisa serta penyimpulan berdasarkan kemampuan akal-budi manusia.
Ramalan cuaca dibuat berdasarkan informasi satelit untuk mengetahui
kondisi cuaca di belahan dunia manapun. Para CEO perusahaan memiliki
intuisi (kepekaan terhadap kondisi) bisnis yang mereka hadapi
berdasarkan berbagai faktor perkembangan bisnis ke depan. Metode
forecasting dapat menilai kelayakan bisnis dalam perekonomian. Ramalan
medis dibuat oleh dokter spesialis. Ramalan ilmiah yang lebih tepat
disebut prakiraan ini hukumnya mubah dan digunakan untuk mempersiapkan
diri menghadapi apa yang diduga akan terjadi.
Ramalan masa
depan yang diterima Rasulullah dari Allah SWT merupakan ramalan wahyu
yang sudah terbukti saat ini maupun yang bersifat menyingkap tabir
kegaiban hari kiamat, kedatangan Imam Mahdi, alam kematian, dll.
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi
sebelum adanya sepuluh tanda-tanda kiamat, yaitu tenggelam di Timur,
tenggelam di Barat, tenggelam di Jazirah Arab, adanya asap, datangnya
Dajjal, Dabbah (binatang melata yang besar), Ya’juj dan Ma’juj, terbit
matahari dari sebelah barat, keluar api dari ujung Aden yang menggiring
manusia, dan turunnya Nabi Isa.” (Hadits Riwayat Muslim).
Nabi Isa akan diturunkan dari langit untuk menumpas dajjal bersama Imam
Mahdi. Nabi Isa menjadi pemimpin yang adil di bumi sampai wafatnya,
selama 40 tahun. Setelah wafatnya Isa Al-Masih kemudian kiamat. Ramalan
wahyu wajib diyakini muslim dan bersifat menegasikan ramalan Jaber
Bolushi 2015 tentang kiamat.
Ramalan mistik menggunakan ilmu
magic, ilmu karang, ilmu ketrampilan memainkan media, ramalan dengan
melihat ciri fisik, gurat tangan dst. Ramalan mistis digunakan untuk
melihat nasib seseorang. Ada ramalan bintang, ramalan jodoh, ramalan
keberuntungan, keselamatan, fengshui, dll. Ramalan model ini umumnya
merupakan hasil kolaborasi peramal dengan jin, hukumnya haram bagi umat
Islam. Ramalan seperti itu membuat manusia terjebak oleh angan-angan.
Siapa Yang Tahu Perkara Ghaib
Perkara ghaib adalah hak prerogratif Allah semata. Pengetahuan yang
benar dan lengkap tentang masa depan hanya dimiliki Allah SWT.
“Tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok" (Luqman 31:34).
”(Dia adalah Rabb) Yang mengetahui yang ghaib. Maka Dia tidak memperlihatkan kepada seseorang pun tentang yang ghaib itu kecuali kepada Rasul yang diridlai-Nya. Maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (Malaikat) di muka bumi dan di belakangnya.” (QS. Al Jin : 26-27).
”Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada
yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di
daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan
Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam
kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering,
melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”(Al An’aam:59)
Nabi Muhammad saw tidak mengetahui hal-hal ghaib kecuali yang
diberitahukan Allah melalui wahyu. Jin, yang dimintai pertolongan oleh
para tukang sihir dan dukun pun tidak mampu mengetahui hal-hal gaib.
Jin-jin Nabi Sulaiman AS tidak mengetahui kematian nabi kecuali setelah
ia tersungkur.
Sikap Seorang Muslim
Tathayyur
(berfirasat buruk, merasa bernasib sial, atau meramal bernasib buruk
karena melihat binatang, gelas pecah, peristiwa tertentu) tidak
berdasarkan ilmu pengetahuan atau fakta yang benar, tetapi hanya
mengikuti naluri manusia yang lemah dan dugaan yang salah. Betapa
naifnya manusia yang berakal bisa percaya mendapat sial karena
seseorang, tempat, dengkuran suara burung, gerakan mata atau perkataan
tertentu.
Rasulullah SAW bersabda:"Ada tiga perkara yang tidak
akan bisa selamat satupun, yaitu: menuduh, tathayyur dan hasud. Oleh
karena itu kalau kamu menuduh jangan kamu nyatakan, dan kalau merasa
sial jangan surut (jangan kamu gagalkan pekerjaanmu), dan kalau kamu
hasud, jangan lanjutkan."
Oleh karena ketiga perkara ini hanya
semata-mata perasaan yang tidak berpengaruh pada suatu sikap dan
perbuatan, maka dimaafkan Allah. Ada orang yang memiliki perasaan
seperti itu, tetapi akan hilang lenyap dari hati orang yang selalu
tawakkal dan tidak membiarkan perasaannya itu tinggal dalam hati.
Persoalan masa depan berkaitan dengan nasib, jodoh, rezeki, mati, dan
hari baik itu adalah ketetapan Allah SWT. Manusia diberikan kesempatan
untuk merencanakan dan berusaha semaksimal mungkin. Tetapi hasil akhir
Allah yang menentukan.
Hukum Percaya pada Ramalan dalam Islam
Umat Islam dilarang terlibat tindakan spekulatif, seperti mengundi,
berjudi, dan mempercayai ramalan. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang
mendatangi peramal lalu ia menanyakan sesuatu dan membenarkannya, maka
tidak diterima shalatnya selama 40 hari”.
"Barangsiapa yang
mendatangi tukang ramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka
tidak diterima sholatnya selama 40 hari (Hadist Riwayat Muslim)."
Meramal nasib atau mengaku mengetahui ilmu ghaib merupakan tindakan
kekufuran. Mendatangi dukun dan bertanya kepadanya hukumnya haram, baik
ia membenarkan atau tidak.
"Barangsiapa yang mendatangi seorang
peramal lalu mempercayai apa yang dia ramalkan, maka ia telah kufur
terhadap wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw”.
“Tidak termasuk golongan kami orang yang melakukan tathayyur atau minta ditathayyur, atau menjadi dukun atau minta dibuatkan perdukunan untuknya, atau menyihir atau minta disihirkan untuknya”.
Mengaku mengetahui ilmu ghaib merupakan perkara yang membatalkan
atau menggugurkan tauhid dan keimanan orang karena menandingi kekuasaan
Allah SWT. Sabda Rasul saw: ”Ramalan mujur-sial adalah syirik. (Beliau
mengulanginya tiga kali) dan tiap orang pasti terlintas dalam hatinya
perasaan demikian, tetapi Allah menghilangkan perasaan itu dengan
bertawakal”.
Rahasia Peramal
Peramal seolah-olah
mengetahui hal ghaib, mampu membaca dan menentukan nasib seseorang,
memerintah dan melarang pasiennya untuk berbuat sesuatu,
menakut-nakutinya, atau memberi kabar gembira dengan kata-kata manis.
Mereka menampakkan kepada khalayak dengan cara-cara melihat letak
bintang dll, sebenarnya hanyalah tipuan belaka.
Rasulullah saw bersabda:
Kemudian melemparkan benda itu kepada orang yang di bawahnya sampai akhirnya kepada dukun atau tukang sihir. Terkadang setan itu terkena panah bintang sebelum menyerahkan berita dan terkadang berhasil. Lalu setan itu menambah berita itu dengan seratus kedustaan.”“Tatkala Allah memutuskan perkara di langit, para Malaikat mengepakkan sayap, mereka merasa tunduk dengan firman-Nya, seolah-olah kepakan sayap itu bunyi gemerincing rantai di atas batu besar. Ketika telah hilang rasa takut, mereka saling bertanya: “Apakah yang dikatakan Rabbmu? Dia berkata tentang kebenaran dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar. ”Lalu firman Allah itu didengar oleh pencuri berita langit. Para pencuri berita itu saling memanggul (untuk sampai di langit), lalu melemparkan hasil curiannya itu kepada teman di bawahnya”.
Nah, celakalah orang yang percaya kepada ramalan para dukun. Na’udzubillah! (Ummu Hafidz)


